Guru Lampura Penyebarannya Takmerata

Pemerataan Guru Di Lampura Hanya Isapanjempol



KOTABUMI (Lampost.co)--Masalah kekurangan guru banyak terjadi di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Lampung Utara. Salah satunya di sekolah dasar negeri di Desa Gununggijul, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara provinsi Lampung Utara.

Satu-satunya sekolah formal yang berada di desa cukup terisolir itu, hanya ada satu guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Yang di bantu oleh empat orang tenaga sukarela. Padahal murid yang menempuh pendidikannya disana ada enam rombongan belajar (Rombel).

Presiden-RI Joko Widodo sendiri telah jelas-jelas mengintruksikan, bahwasanya segala tunjangan diberikan termasuk sertifikasi dilaksanakan dalam rangka pemerataan pendidikan di seluruh wilayah negeri ini. Dan dalam sumpah pegawai negeri yang di ambil saat menerima SK awal aparat sipil negara (ASN) bahwa  setiap abdi negara siap untuk ditempatkan di seluruh wilayah hukum Republik Indonesia.

Namun ayalnya sekolah tingkat dasar yang merupakan tahap awal pembentukan karakter dan jati diri generasi penerus bangsa di daerah tersebut seakan terpinggirkan. "Iya keadaanya emang seperti itu,kelasnya ada enam cuma guru negerinya ada satu," kata Linda nirwana warga setempat kepada Lampost.co, Minggu (17/9/2017).

Menurutnya,  tidak hanya guru berstatus negeri atau istilah masyarakat di sana yang jumlahnya minim jua, sarana prasarana dalam mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah itu, patut dipertanyakan.
"Dahulu ada satu guru pegawai, dia sangat rajin walau tinggal di desa tetangga. Namun, saat ini beliau telah pensiun dan penggantinya tidak ada yang datang,"ujarnya. https://goo.gl/kSKUyu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Roling Di Lampura Prenseden Buruk Supremasi Hukum

Plt Bupati dan Sekda Lampura Dianggap Ciptakan Konflik Warga Lampura melakukan unjuk rasa di halaman kantor pemkab setempat, Senin (26/3/...